Monday, January 31, 2005

Tiada kesunyataan tanpa pengorbanan, Empirisisme nasibmu kini.

Ketika pengorbanan mengalahkan ego dan kepentingan, maka kenalilah dirimu sendiri dan yakinkan jika itu memang cita-cita. Mengalami erosi dan pasang surut, begitu pula perjalanan kita mengenal spesies manusia lain sebagai mahluk sosial. Dan ketika kita mengenalnya, pergulatan sebuah bentuk komunikasi adalah jembatan yang harus dibangun membentang lintas pasifik. Terjangan badai, ombak dan pusaran arus kadang membuat kita mengalah, untuk mengambil sebuah jenak, beristirahat. Kala persinggungan tiba, dari yang satu dan besar, apakah bentuk hegemoni lalu menganeksasi ego dan kepentingan kita? Maka, ia yang belajar dari sebuah pengalaman, mengalami kesunyataan diri yang abadi. Empirisisme adalah kunci. Dan ego kita adalah pintu yang selalu siap untuk terbuka lebar.

17400029

2 comments:

za said...

Posted by Didot.

Did this post, make you (all of the readers i meant, not the writer) scare or otherwise encourage to learn?

GPS said...

pertanyaan yang diajukan kembali untuk pengomentar di atas: apa jawaban anda untuk pertanyaan anda sendiri?

bahasa inggris-nya ngaco lagi.. untung gue jago